Anggaran Perusahaan: Konsep Dasar Penganggaran

Anggaran perusahaan: Konsep Dasar Penganggaran

written by Intan Dinilah (10120024) C3 Manajemen

Konsep Dasar  Anggaran Perusahaan

          Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen  menetapkan tujuan (goals) dan sasaran (objektives) dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Secara umum manajemen dapat diartikan sebgai suatu proses yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengendalian (controling) .

          Dari keempat fungsi tersebut, maka planning merupakan fungsi yang memegang peranan yang sangat penting karena merupakan dasar bagi pelaksanaan fungsi lain.

1. Definisi Penganggaran dan Anggaran

a. Definisi Anggaran
  • Menurut RA Supriyono, 
Anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk perolehan dan pengguanaan sumber daya suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu.
  • Menurut Gunawan Adisaputro
Anggaran adalah suatu pendekatan formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
  • Menurut Glenn A. Wealsch
Anggaran bersifat formal, sistematis, tanggung jawab, dan penerapan fung-fungsi manajemen.

             Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran adalah produk yang dihasilkan dari kegiatan penganggaran yang dilakukan dengan sistematis, formal, dan dilaksanakan dengan tanggung jawab agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai

b. Definisi Penganggaran

Penganggaran (budgeting) adalah suatu proses pengikhtisaran rancangan pengeluaran dan penerimaan keuangan selama jangka (waktu) tertentu. Penganggaran juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengalokasikan sumber daya untuk mencapai sasaran usaha dalam jangka waktu tertentu. 

2. Syarat Penyusunan Anggaran

Dalam penyusunan anggaran perlu diperhatikan beberapa syarat antara lain
  1. Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai
  2. Luwes, artinya tidak kaku sehingga mudah untuk diperbaiki
  3. Kontinyu, artinya memerlukan perhatian secara terus menerus
3. Tujuan Penyusunan Anggaran

  1. Untuk digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber penggunaan dana
  2. Untik mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan
  3. Untuk merinci jenis sumber dana  yang dicari maupun jenis penggunaan dana, sehingga dapat mempermudah pengawasan
  4. Untuk merasionalkan sumber dana penggunaan, agar dapat mencapai hasil yang maksimal
  5. Untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun dengan anggaran yang lebih jelas dan nyata
  6. Untuk menampung dan menganalisa serta memutuskan sekumpulan yang berkaitan dengan keuangan.
4. Perbedaan anggaran dengan prediksi

  • Segi asumsi dasar
Anggaran  : Langkah-langkah positif untuk kegiatan nyata.
Prediksi    :  Perkiraan apa yang akan terjadi.
  • Segi pelaksanaan
Anggaran  : Untuk direalisasikan
Prediksi     : Tidak ada indikasi akan direalisasikan
  • Segi fungsi
Anggaran   : Alat perencanaan dan pengendalian
Prediksi      : Alat perencanaan.

5. Fungsi Anggaran

  • Sebagai perencanaan terpadu
Anggaran perusahaan dapat digunakan sebagai alat untuk merumuskan rencana perusahaan dan untuk menjalankan pengendaliaan terhadap berbagai kegiatan perusahaan secara menyeluruh.
  • Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan
Penyusunan anggaran memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perubahan dalam lingkungan dan melakukan penyesuaian sehingga kinerja perusahaan dapat lebih baik.
  • Sebagai alat koordinasi kerja
Sistem anggaran memungkinkan para manajer divisi untuk melihat hubungan antar bagian  (divisi)
  • Sebagai alat pengawasan kerja
  • Sebagai alat eveluasi kegiatan perusahaan
Anggaran yang disusun dengan baik menerapkan standar yang relevan akan memberikan pedoman bagi perbaikan operasi perusahaan dalam menentukan langkah-langkah yang harus ditempuh agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara yang baik.

6. Klasifikasi Anggaran

a.  Berdasarkan Ruang lingkup
  • Anggaran komprehensif
  • Anggaran parsia
b. Berdasarkan Fleksibilitas
  • Anggaran tetap
  • Anggran kontinue
c. Berdasarkan Jangka Waktu
  • Anggaran jangka pendek
  • Anggaran jangka panjang
7. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran

a. Faktor Internal
  • Penjualan tahun-tahun lalu
  • Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan harga jual, syarat pembayaran barang, dsb
  • Kapasitas produksi
  • Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan
  • Modal kerja yang dimiliki perusahaan
  • Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan
  • Kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perusahaan
b. Faktor Eksternal
  • Keadaan persaingan
  • Tingkat pertumbuhan penduduk
  • Tingkat penghasilan masyarakat
  • Tingkat pendidikan masyarakat
  • Tingkat penyebaran penduduk
  • Agama, adat istiadat dan kebiasaan masyarakat
  • Keadaan perekonomian nasional maupun internasioanl, kemajuan teknologi, dsb.
8. Prosedur Penyusunan Anggaran

  1. Top-Down Budgeting =>  prosedur penyusunan anggaran ditentukan oleh manajemen puncak
  2. Bottom-Up Budgeting => prosedur penyusunan anggaran dimana anggaran akan disiapkan oleh pihak yang akan melaksanakan anggaran tersebut.
9. Karakteristik Anggaran
 
Anggaran perusahaan memiliki karakteristik, antara lain sebagai berikut
  1. Anggaran mengestimasikan potensi laba dari unit bisnis
  2. Meliputi waktu selama satu tahun
  3. Komitmen manajemen
  4. Usulan anggran ditinjau dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi wewenangnya
  5. Anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu
  6. Secara berkala, kinerja keuangan aktual dianalisis serta dijelaskan
10. Pendekatan Dasar Anggaran

Fungsi anggaran dalam perusahaan dimana memiliki 4 fungsi, diantaranya adalah
  1. Fungsi perencanaan (planning)
  2. Fungsi pengorganisasian (organizing)
  3. Fungsi pelaksanaan (actuating)
  4. Fungsi pengawasan (controling)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN PADA STUDI KELAYAKAN BISNIS